Nanang Istiabudi (Terowongan Casablanca) kembali menyutradarai sebuah
film terbarunya berjudul Napza. Sesuai judulnya, Napza akan bercerita
mengenai Narkotika, Alkohol, Phsikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Nanang
mengatakan, film ini dibuat dengan tujuan membantu pemerintah dalam
memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar mengetahui dampak
dari penyalahgunaan Napza.
"Kami berharap dengan adanya film
Napza ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat luas,"
tutur Nanang pada saat syukuran perdana film Napza di kawasan Jakarta
Selatan beberapa waktu lalu.
Diperankan sejumlah aktor darn
aktris ternama Indonesia seperti Ray Sahetapy, Hengky Tornando, Bucek,
Dewi Irawan, Tya Arifin, Poppy Sovia, Napza menceritakan tentang seorang
anak muda bernama Dewo yang sudah menjadi pecandu sejak kuliah. Akibat
terjerat dalam dunia hitam itu, Dewo dikeluarkan dari kampusnya di luar
negeri. Tasya, adik Dewo menjadi korban karena masih tabu dengan dunia
yang penuh kamuflase itu.
Sementara orang tua mereka hanya bisa mengcover sejarah hitam anak-anaknya agar tidak dianggap gagal dalam mendidik anak.
Tasya
mulai frustasi dengan sikap orang tuanya, bahkan ia sampai pernah
ditukarkan dengan sepaket narkoba oleh kakaknya sendiri (Dewo).
Beruntung siswi SMA ini masih bisa diselamatkan Andika, teman SMA Tasya.
Cinta diantara Tasya dan Andika pun tidak dapat bersatu karena
kehancuran keluarga Tasya yang sudah sulit untuk di tembus lagi. Cinta
sudah menjadi hal yang sangat tabu dalam ruang lingkup ini. Tasya pun
bolak-balik masuk rehab karena akhirnya menikah dengan Rama yang
ternyata juga pecandu, ia terbawa oleh arus ruang lingkup yang gelap.
Sementara Dewo juga masih belum bisa pulih. Tapi dengan kejadian ini
mereka semua jadi bisa membaca tipuan dan gejala sakit psikis dan
psikologis para pecandu.
"Kita sebagai orang tua harusnya bisa
terbuka dan bisa menjadi teman buat anak-anak kita sehingga mereka ngga
bermain di belakang kita," terang Bucek.
Film bergenre black
comedy ini mengantarkan penonton agar mengetahui bagaimana tipuan para
pecandu dan bagaimana mereka mempengaruhi orang terdekatnya untuk masuk
dalam lingkup mereka. Penonton juga akan mengetahui bagaimana cara
mengatasi dan menjaga agar terhindar dari pengaruh negatif ini serta
menyelamatkan penerus dari Negara ini.
"Peran masyarakat sangat besar dan sangat dibutuhkan disini," tambah Nanang.
Sumber : republika