Jika selama ini rokok lebih identik dengan masalah pada sistem pernapasan, maka sebenarnya rokok juga memberikan pengaruh tak sehat terhadap organ sistem pencernaan, terutama lambung.
"Rokok bisa menurunkan mukus (mukosa lambung -red-), yang kemudian menimbulkan risiko kanker lambung dan pankreas," papar ungkap Prof dr Marcellus Simadibrata, PhD, SpPD-KGEH, kepada detikHealth.
Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia tersebut saat ditemui usai mengisi acara 'Natural Wellness Symposium SOHO Global Health' yang diselenggarakan di Grand Clarion Hotel, Makassar dan ditulis Senin (16/6/2014).
Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa rokok tak hanya berefek pada kesehatan paru-paru, tetapi juga lambung.
"Kerusakan gastrointestinal mukosa sebenarnya bisa disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara faktor perusak (asam dan pepsin) dengan faktor defensif," terang DR dr Fardah Akil, SpPD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam, ditemui dalam kesempatan yang sama.
dr Fardah menyebutkan, mukosa memiliki kemampuan sitoproteksi, yakni kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri. "Seperti sistem imun yang berusaha melawan kalau ada zat asing masuk ke tubuh, ini juga yang terjadi di lapisan mukosa. Terutama di lapisan bagian bawah saluran cerna," lanjutnya.
Menurut dr Fardah, faktor-faktor yang berperan dalam proteksi mukosa di antaranya lapisan mukus mukosa lambung, bikarbonat, lapisan hidrofobik, aliran darah mukosa dan prostaglandin.
Jika terlalu banyak faktor perusak seperti merokok, stres dan konsumsi minuman beralkohol, maka lapisan mukus akan menipis dan semakin memperbesar risiko seseorang untuk mengalami gastritis.
Sumber : detik